Saat kecil saya orangnya selalu ingin menang sendiri , apalagi ketika bermain dengan kakak umi (anak dari tanteku). Ketika bermain nanti ujung-ujungnya dia menangis karena ulah saya, sampai-sampai saya dimarahi ibunya. Saya dulu oranya nangisan, minta ini itu harus terpenuhi, ketika diingatkan oleh orang lainpun terkadang aku membantahnya. Kebiasaan itu lama-lama hilang karena menyadari bahwa itu adalah hal yang buruk. Ketika saya kecil saya dan kakak umi serin menggoda kakek saya yang sudah tua renta dan sudah tidak jelas lagi penglihatannya. Biasanya saya menyubiynya lalu berlari untuk pergi meninggalkan kakek saya. Ketika saya kelas dua SD kakek saya meninggal dunia.
Ketika
saya SD saya selalu bermain dirumah saya bersamaanak-anak lainnya. Namun ketika
saya ikut bermain bersama mereka entah itu bermain layang-layang disawah , mencari
ikan di sungai ataupun mandi disungai saya selalu dilarang sama ibu atau ayah
saya, mau hujan-hujananpun dilarang. Tapi saya terkadang mengabaikannya, saya
pernah ikut teman-teman bermain dikali , dan itu berulang kali hingga suatu
saat ibu saya mengetahui kalau saya mandi dikali. Saat itu saya langsung
dipukul dan dimarahi oleh ibu saya. Sejak saat itu saya kapok , dan tidak pergi
keluar rumah atau bermain jauh dari rumah tanpa seizin ibu.ketika saya kecil
saya sering pergi ke sawah dengan ibu , kakak umi , dan tante saya. Namun
paling sering bersama kakak umi dan tante saya, biasanya kami mencari kayu
bakar dan terkadang juga memanen bawang merah, kacang tanah,kacang panjang, dan
lain-lain. Ketika saya diajak pergi ke sawah saya sangat senang.
Ketika
SMP, saya jarangberada dirumah karena saya banyak menghabiskanwaktu di
Sekolah.Kelas satu sudah mulai ada pelajaran tambahan dan setiap hari pulangnya
jam 4 kecuali hari sabtu. Setiap senin rabu dan jum’at saya pulang jam 5 karena
saya mengikuti ekstra volly. Terkadang hari minggu pun juga latihan volly dan
terkadang juga ada pertandingan. Itu semua saya lalui sampai saya kelas 3.
Ketika
SMA , saya disekolahkan di Jombang, disana tinggal bersama nenek dan kakek
(orang tua dari ayah saya) . Hal itu membuat saya lebih jarang bertemu dengan
orang tua saya maupun adik saya apalagi ketika ayah ke jombang, ibu dan adik
jarang ikut.
Larangan
dari ibu saya untuk tidak bermain diluar rumah ketika saya masih kecil
menjadikan saya sebagai pribadi pendiam,tidak banyak omong, dan kurang
pergaulan, ditambah ketika SMP juga jarang ada dirumah. Pribadi pendiam sampai
saat ini masih tertanam didalam diri saya. Namun semua itu demi kebaikan saya
dan ada sisi positifnya juga.
Jika
suatu saat saya punya anak. Saya akan lebih memberikannya kebebasan untuk
bermain bersama teman-temannya namun juga tetap mengawasinya. Dan bila perlu saya
akan membuatkannya adik yang banyak agar semua dari anak saya memiliki tanggun
jawab untuk saling menjaga satu sama lain, apalagi anak pertama dia akan
memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga adik-adiknya. Dengan
memiliki banyak saudara mereka tidak akan bermain keluar rumah karena dirumahnya
sudah banyak teman untuk bermain dan itu memudahkan saya untuk memantau mereka.
Dan dengan kebiasaan bertanggung jawab untuk saling menjaga satu sama lain,
saya berharap jika mereka besar nanti
kebiasaan itu mengantarkan mereka untuk menjadi orang sukses. Dan tak
lupapula tanggung jawab mereka sebagai hamba Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar