Kamis, 19 Desember 2013

Wanita-Wanita Hebat



Di era globalisasi seperti saat ini , banyak orang yang mengabaikan pentingnnya pendidikan , terutama anak muda. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dari pada menuntut ilmu dengan baik. Hal itu terbukti dengan seringya membolos yang dilakukan olehg siswa-siswa tertentu, kasus lainya yaitu sering mengabaikan tugas yang di berikan oleh bapak/ibu guru, dan sering melanggar peraturan. Sebagai seorang pemuda seharusnya kita sadar bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa , dan pendidikan adalah aspek yang penting untuk dapat memperbaiki keadaan/kepemerintahan bangsa untuk kedepanya, khususnya bangsa Indonesia.

Dahulu hanya kaum laki-laki yang eksis dalam segala bidang terutama pendidikan , peperangan. Namun pada zaman sekarang, sejak adanya Raden Ajeng Kartini eksistensi para perempuan mulai bermunculan. Wanita yang dulunya hanya berdiam diri dirumah dan didapur, sekarang kaum perempuan banyak yang bekerja diluar rumah bahkan ada yang menjadi pemimpin. Kita harus selalu mengenang jasa-jasa R.A Kartini.
Sosok perempuan yang sangat berjasa lainya adalah Malala Yousafzai , khususnya berjasa kepada perempuan-perempuan di Pakistan. Dia lahir pada 12 Juli 1997, dia terkenal dengan keberanianya dan  “remaja perempuan yang berjuang untuk hak-haknya” dan dia juga akan mengabdikan hidupnya untuk pendidikan anak perempuan. Dia juga pernah mendapat penghargaan HAM Uni Eropa.
Terbaru  20 November 2013 - 20:15 WIB
Description: Malala Yousafzai 
Penghargaan Sakharov untuk Malala diserahkan oleh presiden parlemen Eropa, Martin Schulz. Remaja dari Pakistan yang ditembak Taliban karena mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan, Malala Yousafzai, mendapatkan penghargaan hak asasi manusia dari Uni Eropa.Malala diserang oleh orang-orang bersenjata di Pakistan tahun lalu ketika berada di atas bus, dalam perjalanan menuju sekolah.Malala ini diserahkan oleh presiden parlemen Eropa, Martin Schulz, hari Rabu (20/11) yang menyebut gadis yang sekarang menetap di Birmingham, Inggris ini sebagai pahlawan."Anda telah memberikan harapan kepada jutaan orang," kata Schulz dalam upacara penghargaan di Strasbourg, Prancis.Malala yang kini berusia 16 tahun mempersembahkan hadiah ini kepada para pahlawan tak dikenal di Pakistan dan menyerukan pendidikan bagi jutaan anak di seluruh dunia. 'Tak butuh iPhone'"Anak-anak tak menginginkan iPhone, Xbox ... yang mereka butuhkan adalah buku dan pena."Malala Yousafzai"Anak-anak tak menginginkan iPhone, Xbox atau coklat," kata Malala seperti dikutip kantor berita AFP."Yang mereka inginkan adalah buku dan pena," katanya yang disambut tepuk tangan meriah pada hadirin.Pengumuman penerima Penghargaan Sakahrov dikeluarkan bulan lalu.Penghargaan diberikan untuk mengenang dan menghormari ilmuwan dan pegiat Soviet, Andrei Sakharov.Tokoh-tokoh yang mendapatkan penghargaan ini di masa lalu di antaranya adalah pejuang penentang apartheid yang kemudian menjadi presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan Aung San Suu Kyi, tokoh oposisi yang kini menjadi anggota parlemen Myanmar.Mantan Sekjen PBB Kofi Annan juga adalah penerima penghargaan ini.Malala adalah penerima Penghargaan Sakharov yang ke-25.
            Menyimak kasus diatas, kita Sebagai seorang mahasiswi, seharusnya mengikuti jejak-jejak yang telah dilakukan oleh R.A Kartini dan Malala. Pertama , di Indonesia sering terjadi kasus-kasus pelanggaran tentang hak anak, pelanggaran tersebut dilatrabelakangi oleh ketidaktahuan tentang hak-hak, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa melakukan sosialisasi dan memberlakukan penegakan hukum terhadap pelanggar hak anak. Kedua, keberanian Malala menyampaikan pandangannya, hendaknya juga bisa diapresiasi di Indonesia tentunya agar bisa mendorong anak Indonesia untuk menampilkan pandanganya tentang berbagai masalah yang mereka (masyarakat) hadapi. Ketiga , selama ini anak-anak Indonesia hanya mengenal tokoh yang dikaitkan dengan popularitas dibidangnya masing-masing. Seperti di bidang olahraga,musik, boy band, girl band, dll. Akan lebih baik jika kita sebagai mahasiswa mengenalkan tokoh-tokoh yang dikaitkan dengan segi perjuanganya kepada anak-anak atau murid kita kelak. Seperti perjuangan yang telah dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini dan Malala.
Semoga apa yang telah dilakukan / diperjuangkan oleh dua tokoh wanita seperti apa yang telah penulis paparkan diatas bisa menginspirasi kita sebagai masyarakat yang baik untuk lebih memperhatikan hak-hak anak dan pendidikan untuk anak, mengingat banyak masyarakat yang mengabaikan hal tersebut. Bahkan masyarakat itu sendiri banyak yang tidak berpendidikan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar